Pesantren dinilai oleh banyak peneliti sebagai lembaga pendidikan tertua dan khas Indonesia. Dalam sejarahnya, pesantren telah memainkan peran cukup penting dalam membangun bangsa, bahkan sejak perjuangan meraih dan mempertahankan kemerdekaan hingga berdirinya republik ini. Pesantren mulanya dikembangkan oleh kelompok Islam yang biasa disebut sebagai Islam tradisionalis, seperti organisasi Nahdhatul Ulama. Namun dalam perkembangannya, kelompok Islam modernis juga mendirikan dan mengembangkan pesantren. Salah satunya adalah ormas Persatuan Islam atau yang sering disingkat dengan Persis. Persis merupakan organisasi Islam yang berdiri pada tahun 1923 yang hingga kini berpusat di Kota Bandung.
Sebagaimana pesantren pada umumnya, Pesantren Persis mengajarkan berbagai mata pelajaran yang menunjang bagi pendalaman Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber ajaran Islam, seperti pelajaran fikih dan ushul fikih, hadis, nahwu-sharaf, balagah-mantiq, tafsir, ulumul Qur’an, akidah-akhlak dan sebagainya. Kitab yang digunakan menggunakan bahasa Arab. Di Pesantren Persis, kitab yang digunakan tidak terikat dengan madzhab tertentu. Pengkajian dan pendalaman ajaran Islam ini sering diisitilahkan dengan tafaqquh fi al-din, yang bermakna, pengkajian secara mendalam atas ajaran agama Islam. Dari proses belajar di pesantren, diharapkan santri memilki pengetahuan dan sikap keislaman yang mumpuni sehingga menjadi bekal dalam menjalani kehidupan. Dan diantara santrinya, diharapkan ada yang menjadi ulama yang luas wawasan keislamannya sebagai pembimbing umat.
Buku ini mengungkapkan karakteristik proses pendidikan tafaqquh fi al-din yang dijalankan di pesantren Persatuan Islam dan implementasinya, serta berbagai aspek yang penting untuk dikembangkan agar kualitas pengajaran agama di pesantren dapat meningkat yang ditunjang dengan sarana dan metode belajar yang lebih baik dan partisipatif. Diuraikan juga tentang sejarah berdiri dan berkembangnya pesantren Persis, corak dan tradisi pesantren Persis serta daya dukung kompetensi guru, kurikulum dan partisipasi santri dalam mewujudkan suksesnya pelaksanaan pembelejaran pendalaman ajaran Islam (tafaqquh fi al-din).
| Penulis |
Dr. Acep Saefuddin, M. Ed. |
|---|---|
| Cetakan |
I, 2025 |
| Ukuran |
16 x 24 cm |
| Tebal |
176 halaman |
| Penerbit |
Media Kalam |
| ISBN |
Dalam proses pengajuan |