Jl. Dewi Sartika Gg Al-Khasiyun No. 22 Kel, Cipayung, Ciputat
0813-9527-8802
  • about1
  • about2
  • about3

Profil Penerbit Media Kalam

Penerbit Media Kalam hadir di tengah khazanah kepustakaan di tanah air, mencoba turut-serta membangun budaya literasi di tengah tantangan dunia digital dewasa ini. Berbagai genre buku dihadirkan, sejak tema keagamaan, sosial-politik, humaniora dan hukum.

Media Kalam membuka peluang kerjasama penerbitan naskah, baik lembaga atau perorangan. Buku yang diterbitkan dikerjakan oleh tim editor dan desainer yang berpengalaman. Selain itu, buku juga ditayangkan di situs resmi Media Kalam.

Penerbit Media Kalam
Mencerahkan, Menyejukkan

Pada tahun 2023 , usia Persatuan Islam (Persis) genap memasuki satu abad. Ormas Islam yang berpusat di Kota Bandung ini, tercatat telah banyak memberi warna terhadap pemahaman keislaman di Tanah Air. Meski pada awalnya tidak sedikit mendapat penolakan, ajaran yang didakwahkannya, lambat laun, diterima secara baik oleh masyarakat Muslim Indonesia.

Persis telah berhasil merumuskan konsep-konsep Islam secara sederhana dan praktis untuk menjadi panduan pengamalan ajaran sehari-hari. Pada awal kelahirannya, Persis telah melakukan mainstreaming diskursus keislaman ke tengah-tengah ruang publik dimana sebelumnya Islam pada umumnya terbatas pada kalangan pesantren di perdesaan. Islam dikenalkan, tidak jarang dengan cara yang polemis, ke khalayak masyarakat perkotaan yang plural.

Dalam perjalanannya, tema tajdid (pembaruan) yang diusung oleh Persis, bukan tanpa tantangan. Para penulis dalam buku ini mencoba untuk melakukan refleksi-kritis perjalanan satu abad kiprah pembaruan Persis di Tanah Air. Harapannya, agar gerakan dakwah Persis dapat tetap relevan dengan tantangan jaman yang senantiasa dinamis. Maka diperlukan pengembangan sejumlah pendekatan baru terhadap metode tajdid tersebut.

Adalah sebuah kehormatan bagi kami dapat menerbitkan buku yang ditulis oleh para pegiat Persatuan Islam atau yang pernah mesantren di Persis ini, dengan berbagai latar belakang keahlian, namun diikat oleh kesamaan harapan mengenai masa depan Persis yang lebih mencerahkan bagi umat, bangsa dan peradaban. Buku ini bermula dari sejumlah percakapan intelektual yang berkembang di kalangan, sebut saja, “Persis Kultural”, diantaranya melaui forum WAG. Diskusi berkembang secara dinamis, bahkan tidak jarang penuh kritik. Tiada lain sebagai bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual Persis.

Dua Guru Besar dari Persatuan Islam turut memberikan gagasan-gagasan segarnya dalam buku ini, yaitu Prof. Atip Latipulhayat, Ph.D, Guru Besar Univeritas Padjajaran yang kini sebagai Wakil Ketua Umum PP Persis periode 2022-2027, serta Prof. Dr. Dadan Wildan, Guru Besar Sejarah-Filologi yang telah lama bekerja di Sekterariat Negara RI dan kini sebagai Penasehat PP Persis. Satu Guru Besar dari Muhammadiyah juga memberikan sumbangsaran pemikirannya, yaitu Prof. Syafiq Mughni, Ph.D, pernah mengenyam pendidikan di Pesantren Persatuan Islam Bangil.

Persis di Era Millenium Kedua: Menalar Lampau, Meretas Asa
SKU J001
120,000
100,000

Kehadiran Islam di nusantara telah menjadi bagian dari sejarah semesta Indonesia, yang dengan sendirinya turut memperkaya kebhinnekaan sebagai realitas yang tak dapat dipungkiri lagi. Untuk mendorong kelangsungan rasa kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kebhinnekaan haruslah dihayati melalui pemahaman multikulturalisme yang bernilai religius.

Dalam pada itu, isu keagamaan, khususnya isu keislaman selalu mewarnai perbincangan tentang negara dan politik di Indonesia, lebih khusus lagi soal hubungan antara Pancasila dan Islam, yang justru selalu saja ada yang mempertentangkan antara keduanya. Akibatnya, bangsa kita menjadi terpolarisasi yang tiada henti, dengan adanya jurang pemisah antara kelompok nasionalis, yang secara faktual di dalamnya terdapat sebahagian besar umat Islam, berhadapan dengan kelompok Muslim konservatif yang memperatas-namakan diri sebagai mewakili Islam.

Dampak negatif dari polarisasi masyarakat tersebut haruslah dibendung agar tidak membawa masyarakat dan negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke arah disintegrasi. Hal yang sangat menyedihakan ialah adanya sebahagian umat Islam yang tidak peduli pada nilai-nilai universal Islam yang rahmah penuh kasih sayang, dan mengklaim secara sepihak mewakli Islam, kemudian menista kelompok Muslim terbesar lainnya dengan tuduhan munafiq, kafir dan thoghut. Lebih dari itu kadang menista umat agama lain.

Untuk meredam dampak negatif tersebut, umat Islam sendiri hendaknya lebih memahami ajaran Islam universal yang dianutnya, dan menerapkannya untuk lebih memperkokoh persatuan bangsa, bukan memporak-porandakan kerukunan berbangsa yang selama ini sudah tercipta di atas landasan Pancasila. Dalam rangka itulah, penulis menyusun buku sederhana ini: Islam, Kedamaian dan Konflik Antarumat, sebagai salah satu upaya untuk mengaktualisasikan kembali nilai-nilai universal Islam yang pernah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW, yang justru sering diabaikan oleh sebahagian umat Islam sendiri.

Islam, Kedamaian & Konflik Antarumat
SKU J004
100,000

Buku ini menyajikan pembahasan mengenai salah satu kaidah hukum yang dikenalkan oleh para ulama ahli fiqih atau hukum Islam, yaitu saddu dzari’ah. Kaidah ini bersifat preventif yaitu bertujuan mencegah lahirnya tindakan mafsadat yang dilarang menurut hukum Islam. Sebuah tindakan yang dapat mendukung atau mengantarkan lahirnya perkara yang haram, maka tindakan tersebut juga adalah sama haramnya.

Saddu dzari’ah merupakan karya ijtihad intelektual para ahli fiqih klasik yang mencerminkan watak fiqih yang dinamis dan responsif terhadap perkembangan situasi kehidupan sosial dan ekonomi yang terus berkembang. Salah satu tokoh yang mengenalkan saddu dza’riah adalah Imam Syafi’I (wafat 204), salah seorang imam dari empat mazhab fiqih dalam Islam.

Buku ini mencoba menjawab pandangan sesungguhnya dari Imam Syafi’i terkait Saddu Dzarîah. Sebagai bentuk perhormatan kepada Imam Syafi’i sebagai deklarator terbangunnya disiplin ilmu ushul fiqh dan sebagai seorang ulama mazhab yang paling banyak pengikut dan karya-karyanya. Sejumlah pandangan para ulama dan pendapat Imam Syafi’i sendiri disajikan dalam buku ini, terutama terkait praktik saddu dzariah di bidang transaksi muamalah maliyah. Analisis tersebut mengantarkan pada simpulan bahwa Imam Syafi’i mengakui saddu dzari’ah. Penulis secara langsung menelusuri dua kitab utama karya Imam Syafi’i, yaitu Al-Umm dan Ar-Risalah, sebagai sumber primer serta kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi sebagai sumber sekunder.

Konsep Preventif Imam Syafi’i Dalam Fiqih Muamalah
SKU Konsep_Preventif_Imam_Syafi___i_Dalam_Fiqih_Muamalah
0

Buku ini mengajak pembaca menyelami mutiara hikmah pesan-pesan ajaran Islam mengenai berbagai aspek, sejak masalah ibadah, akhlak, hingga muamalah. Seperti masalah pernikahan dan keharmonisan keluarga, fiqh ibadah dan hikmahnya seperti amaliah Ramadhan, shalat dan kaitannya dengan moral umat, pentingnya zakat, meraih haji mabrur. Dibahas juga mengenai berbagai permasalahan fiqh muamalah seperti mengenai hutang-piutang, pengelolaan harta menurut Islam, tentang zakat dan wakaf, bahaya riba, kepemimpinan Islam dalam bingkai NKRI, dan sebagainya.

Berasal dari kuliah subuh yang disampaikan penulis di salah satu stasiun Radio Republik Indonesia (RRI), buku ini merefleksikan respon ajaran Islam terhadap problematika yang muncul di tengah kehidupan masyarakat, sehingga pesan-pesan dakwah yang tertuang terasa aktual dengan pendekatan peruasif, dialogis, penuh hikmah dan tutur nasehat yang baik dan santun menyentuh jiwa.

Kumpulan Materi Kuliah Subuh Peneguh Jiwa
SKU Kumpulan_Materi_Kuliah_Subuh_Peneguh_Jiwa
0

Pesantren dinilai oleh banyak peneliti sebagai lembaga pendidikan tertua dan khas Indonesia. Dalam sejarahnya, pesantren telah memainkan peran cukup penting dalam membangun bangsa, bahkan sejak perjuangan meraih dan mempertahankan kemerdekaan hingga berdirinya republik ini. Pesantren mulanya dikembangkan oleh kelompok Islam yang biasa disebut sebagai Islam tradisionalis, seperti organisasi Nahdhatul Ulama. Namun dalam perkembangannya, kelompok Islam modernis juga mendirikan dan mengembangkan pesantren. Salah satunya adalah ormas Persatuan Islam atau yang sering disingkat dengan Persis. Persis merupakan organisasi Islam yang berdiri pada tahun 1923 yang hingga kini berpusat di Kota Bandung.

Sebagaimana pesantren pada umumnya, Pesantren Persis mengajarkan berbagai mata pelajaran yang menunjang bagi pendalaman Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber ajaran Islam, seperti pelajaran fikih dan ushul fikih, hadis, nahwu-sharaf, balagah-mantiq, tafsir, ulumul Qur’an, akidah-akhlak dan sebagainya. Kitab yang digunakan menggunakan bahasa Arab. Di Pesantren Persis, kitab yang digunakan tidak terikat dengan madzhab tertentu. Pengkajian dan pendalaman ajaran Islam ini sering diisitilahkan dengan tafaqquh fi al-din, yang bermakna, pengkajian secara mendalam atas ajaran agama Islam. Dari proses belajar di pesantren, diharapkan santri memilki pengetahuan dan sikap keislaman yang mumpuni sehingga menjadi bekal dalam menjalani kehidupan. Dan diantara santrinya, diharapkan ada yang menjadi ulama yang luas wawasan keislamannya sebagai pembimbing umat.

Buku ini mengungkapkan karakteristik proses pendidikan tafaqquh fi al-din yang dijalankan di pesantren Persatuan Islam dan implementasinya, serta berbagai aspek yang penting untuk dikembangkan agar kualitas pengajaran agama di pesantren dapat meningkat yang ditunjang dengan sarana dan metode belajar yang lebih baik dan partisipatif. Diuraikan juga tentang sejarah berdiri dan berkembangnya pesantren Persis, corak dan tradisi pesantren Persis serta daya dukung kompetensi guru, kurikulum dan partisipasi santri dalam mewujudkan suksesnya pelaksanaan pembelejaran pendalaman ajaran Islam (tafaqquh fi al-din).

Tafaqquh Fi Al-Din di Pesantren PERSIS: Tradisi, Implementasi dan Upaya Pengembangan
SKU Tafaqquh_Fi_Al-Din_di_Pesantren_PERSIS__Corak__Tradisi___Upaya_Pengembangan
0
Page 1 of 2