Dewasa ini, untaian pantun semakin sering disampaikan oleh para pejabat negara dan tokoh nasional serta daerah, di sela-sela sambutan mereka dalam sebuah acara. Pantun yang mereka sampaikan mampu mencairkan suasana. Seruan dan ajakan pada kebaikan tidak terasa sebagai intruksi memaksa manakala disampaikan dengan untaian pantun yang indah. Namun sebaliknya, audiens tersenyum riang saat mendengar pantun. Mereka tersentuh kesadarannya dengan cita rasa bahasa pantun yang riang, santun, indah dan penuh kearifan.
Buku ini mencoba menjadi bagian dari upaya untuk merawat tradisi pantun tersebut, berisi 100 pantun berbahasa daerah yaitu bahasa Lutur, Maluku. Setiap pantun diuraikan arti per kata dan arti lengkap dalam bahasa Indonesia, kemudian diuraikan makna yang terkandung dalam pantun. Dilihat dari segi kontennya, pantun yang tersaji dalam buku ini terdiri dari pantun agama, nasihat, peribahasa, kiasan, percintaan, serta pantun jenaka dan teka-teki. Kesemua jenis pantun tersebut mengandung pesan mendalam terkait pesan keagamaan, moral-etik, cinta, persaudaraan dan pesan kebaikan lainnya
Berikut ini adalah contoh pantun dalam buku ini:
Nagai bobir ifan aka sol abil
Rusa ner idom inalna
Eraka ida kasih fel sayang
Jo sakali pernah fui.
Anak elang jatuh ke rawa
Ditolong oleh menjangan rusa
Kasih dan sayang orang tua
Selalu ada sepanjang masa.
| Penulis |
Usman Nomay & Masna Pardjer |
|---|---|
| Cetakan |
I, September 2023 |
| Tebal |
257 halaman |
| Ukuran |
14,5 x 21 cm |
| Penerbit |
Media Kalam |
| ISBN |
Dalam proses pengajuan |



